Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jenis-Jenis Ikan Kerapu Yang Paling di Kenal

Jenis-Jenis Ikan Kerapu Yang Paling di Kenal - akuariumhiasku | Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai sumber daya laut yang melimpah. Dengan panjang garis pantai 81.000 km, Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar untuk pengembangan budidaya laut. Upaya pemanfaatan sumberdaya perikanan secara optimal dan lestari merupakan tuntutan yang sangat mendesak bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan/petani ikan, memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha, serta meningkatkan ekspor untuk menghasilkan devisa negara.

Di bawah ini adalah jenis-jenis ikan kerapu yang paling umum dan laris di pasaran Indonesia dan Internasional :

Ikan Kerapu Bebek

Deskripsi morfologi ikan kerapu bebek adalah sebagai berikut : sirip punggung dengan 10 duri keras dan 18-19 dun lunak, sirip perut dengan 2 duri keras dan 10 duri lunak, sirip ekor dengan 1 duri keras dan 70 duri lunak Panjang total 3,3 – 3,8 kali tingginya, panjang kepala satu perempat dari panjang total, leher bagian atas cekung dan semakin tua semakin cekung, mata satu per enam kepala, sirip punggung semakin melebar kebelakang, warna putih kadang kecokelatan dengan totol hitam pada badan, kepala dan sirip. Menurut Heemstra dan Randall (1993) seiuruh permukaan tubuh kerapu bebek berwarna putih (terang) hijau keabuan, berbintik bulat hitam dilengkapi sirip renang berbentuk melebar serta moncong kepala lancip menyerupai bebek atau tikus. Pada kerapu muda, bintik hitamnya lebih besar dengan jumlah sedikit.



Bentuk badan memanjang gepeng atau agak membulat, luasan antar pusat (kepala) cenderung cekung. Di kepala ikan dewasa terdapat lekukan mata yang cekung sampai sirip punggung. Ketebalan tubuh sekitar 6,6-7,6 cm dari panjang spesifik. Panjang maksimal tubuhnya mencapai 70 cm. Ikan ini tidak mempunyai gigi canine (gigi pada geraham ikan). Lubang hidung besar berbentuk bulan sabit vertikal.

Ikan Kerapu Macan

Sedangkan deskripsi morfologi ikan kerapu macan adalah sebagai berikut : sirip punggung dengan 10 duri keras dan 18-19 duri lunak, sirip perut dengan 3 duri keras dan 10 duri lunak, sirip ekor dengan 1 duri keras dan 70 duri lunak. Panjang total 3,3 – 3,8 kali tingginya, panjang kepala satu perempat dari panjang total, mata satu per enam kepala, sirip punggung semakin melebar kebelakang, warna kecokelatan dengan batik kecokelatan pada badan, bagian atas kepala dan badan berwarna lebih gelap dan bagian perut bewarna lebih terang. Bentuk badan pipih gemuk atau agak membulat, panjang maksimal tubuhnya mencapai 90 cm. Ikan ini mempunyai gerigi depan yang tajam.

Ikan Kerapu Lumpur

Untuk ikan kerapu lumpur morfologinya adalah sebagai berikut: bentuk badan kerapu lumpur memanjang dan gilik, warna dasar abu-abu muda dengan bintik-bintik dipermukaan tubuhnya. Jenis kerapu ini memiliki bintik cokelat dengan 5 pita yang vertikal berwarna gelap.

Dahulu jenis kerapu ini dikenal dengan nama ilmiah E. tauvina, E. malabaricus yang memiliki bentuk yang hampir mirip dengan E. coioides, namun ukuran bintiknya lebih kecil dan berwarna hitam. Kerapu E. coioides banyak ditemukan di Teluk Banten, Segara Anakan, Kep.Seribu, Lampung dan kawasan daerah muara sungai. Di daerah tersebut umumnya banyak mengandung lumpur sehingga ikan ini seringkali disebut kerapu lumpur.



Ikan Kerapu tikus

Ikan kerapu Tikus (Cromileptes altivelis) mempunyai nilai ekonomis tinggi dengan harga jual berkisar Rp. 300.000 – Rp. 400.000/kg di pasar lokal. Di Hongkong dan Singapura bisa berkisar US$ 50-100 per kg. Pasar ekspor ikan kerapu tikus Indonesia adalah Jepang, Taiwan, malaysia, Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa.



Permintaan terhadap ikan kerapu Tikus yang tinggi mendorong para nelayan untuk melakukan penangkapan, sehingga mengakibatkan eksploitasi ikan ini sering dilakukan tanpa memperhatikan lingkungan yaitu dengan menggunakan bahan peledak atau potasium. Cara demikian jelas sangat membahayakan populasi ikan yang ada karena terumbu karang sebagai rumah bagi ikan rusak dan pemulihannya membutuhkan waktu yang sangat lama.

Ikan kerapu Tikus  tersebar luas di Pasifik Barat mulai dari bagian Selatan Jepang, Guam, Nicobar sampai Broome. Di Indonesia ikan kerapu Tikus banyak ditemukan di wilayah perairan teluk banten, ujung Kulon, Kepulauan Riau, Kepulauan Seribu, Kepulauan Karimun, Jawa, Madura, Kalimantan, dan Nusa Tenggara.



Sumber: Buku Teknis Budidaya Ikan Kerapu, Ditjen P. Budidaya