Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Budidaya Ikan Green Tiger

Budidaya Ikan green tiger  (akuariumhiasku)-atau “The most green tiger barb fish” yaitu di antara type ikan air tawar yang unik. Keunikan ikan ini dipandang dari pola warna serta pola garisnya. Pola warna yang terlihat yaitu warna hitam, hijau serta albino. Namun pola garis yang terlihat yaitu “green tiger” dng bar di badan berwarna hijau atau hitam yang luasannya besar, serta pola sumatera dng 4 bar kecil.
tiger
Pada keturunan generasi pertama hasil perkawinan pada sumetera serta green tiger didapat pola garis sumatera serta pola garis green tiger, namun pola warna yang terlihat yaitu hitam, hijau serta albino. Pada generasi ke-2 dari perkawinan pada green tiger dengan green tiger didapat pola warna serta garis yang sama juga dengan generasi pertama. Perkawinan antar type ikan sumatera dapat membuahkan seluruhnya ikan sumatera.

Ikan green tiger di kenal dengan “The most green tiger barb fish” adalah hasil mutasi dari type sumatera. Ikan ini mempunyai sisik berwarna hijau serta hitam dengan pola yang khas pada segi tubuhnya. Ujung sirip punggung serta sirip analnya berwarna merah kehitaman, namun sirip yang lain berwarna kemerahan transparan.

Pemeliharaan Induk

Pemeliharaan induk green tiger dilakukan ditangki fiber atau bak beton. Pemeliharaan induk jantan serta betina dikerjakan dengan cara terpisah. Bak beton yang dipakai memiliki ukuran cm dng ketinggian air 35 cm. Pakan yang dibutuhkan pada pemeliharaan induk ini yaitu cacing rambut, atau kutu air dng frekuensi pemberian 2 x 1 hari yakni saat pagi serta sore hari. Namun penggantian air dikerjakan 2 hari sekali sejumlah 30% dari volume wadah.

Pemijahan

Pemijahan ikan green tiger dikerjakan di dalam akuarium memiliki ukuran cm dng ketinggian air 15 cm yang diaerasi terusa menerus dng kemampuan tengah. Sebagai spawning ground dipakai eceng gondok yang sekalian berperan sebagi pelindung telur-telur dari pemangsaan induknya sesudah pemijahan serta juga adalah area persembunyian induk betina dari kejaran induk jantan sesudah pemijahan selesai. Untuk menghindar supaya induk tak mengonsumsi telurnya bisa dibuatkan trap/ penghalang yang dipasang sebagian senrimeter di atas basic akuarium. Trap tersebut bisa di buat dari jaring hapa bekar yang di beri rangka cocok dng ukuran akuarium.

Induk jantan dimasukkan keakuarium terlebih dulu utk berikan peluang untuk induk jantan menguasai lingkungan pemijahan. Sesudah pemijahan selesai ke-2 induk lekas diangkat dari akuarium pemijahan.


Penetasan Telur serta Pemeliharaan Larva/ Benih

Sesudah ke-2 induk ikan diangkat, telur-telur dilewatkan menetas di dalam akuarium pemijahan tersebut. Untuk menghindar serangan jamur, kedalam akuarium penetasan ditambahkan Methylene Blue 1 mg/ l air.

Larva ikan baru di beri makan sesudah berusia 4 hari berbentuk nauplii Artemia yang baru menetas, lantas dengan cara bertahap di beri kutu air serta cacing rambut. Larva ikan yang baru menetas hingga berusia lebih kurang 15 hari terus dipelihara dalam akuarium pemijahan, setelah itu ikan bisa didederkan di bak beton atau kolam serta sawah yang telah dipupuk hingga tumbuh banyak makanan alami.

Post a Comment for "Budidaya Ikan Green Tiger"